9. Berkedip
Berkedip adalah proses penutupan dan pembukaan kelopak mata secara cepat. Ini adalah fungsi penting dari mata yang dapat membantu tersebarnya air mata di permukaan mata dan menghapus iritan dari permukaan kornea serta konjungtiva. Kecepatan berkedip dapat dipengaruhi oleh unsur-unsur seperti kelelahan cedera mata, obat, dan penyakit. Tingkat berkedip ditentukan oleh “Blinking Center”, tetapi juga dapat dipengaruhi oleh stimulus eksternal. Ketika binatang memilih berkedip hanya pada satu mata sebagai sinyal yang lain dalam pengaturan sosial(suatu bentuk bahasa tubuh). Beberapa hewan(misalnya kura-kura dan hamster) mengedipkan mata mereka secara independen, satu sama lain.
8. Tertawa
Tertawa merupakan reaksi terhadap rangsangan tertentu atau pada dasarnya merupakan tekanan yang berfungsi sebagai mekanisme yang menyeimbangkan emosional. Secara tradisional, ini dianggap sebagai ekspresi visual kebahagiaan atau perasaan batin sukacita. Ini mungkin terjadi ketika mendengar lelucon, digelitik, atau rangsangan lainnya. Dalam banyak kasus, hal ini adalah sensasi yang sangat menyenangkan.
Robert Provine
Investigasi terakhir dari Robert Provine menunjukkan bahwa tertawa adalah suatu bentuk komunikasi yang pertama dalam ras manusia, kemudian berkembang dengan cara pembebasan suara dari berjalan dan bernapas, lalu masuk ke dalam bahasa manusia.
Tertawa ditemukan pada berbagai hewan serta pada manusia, meskipun lebih jarang terjadi pada mamalia dan hewan secara keseluruhan. Diantara spesies manusia, ini adalah bagian dari perilaku manusia yang diatur oleh otak, membantu manusia memperjelas niat mereka dalam interaksi sosial, dan memberikan konteks emosional pada percakapan. Tertawa juga digunakan sebagai sinyal untuk menjadi bagian dari kelompok sinyal penerimaan dan interaksi positif terhadap orang lain. Tertawa kadang-kadang dapat menular dan tawa satu orang dapat memancing tawa dari orang lain, sebagai umpan balik yang positif.
Tertawa adalah anatomi yang disebabkan oleh konstriksi
epiglotis laring. Studi tentang humor-tawa dan efek psikologis-fisiologis pada tubuh manusia disebut gelotology.
7. Flatulensi
Flatulensi adalah keluarnya
gas melalui
anus atau dubur akibat akumulasi gas di dalam
perut(terutama dari
usus besar atau kolon). Peristiwa keluarnya gas disebut juga kentut atau sering disebut juga buang
angin dan berbau busuk. Kentut biasanya ditandai dengan rasa
mulas di perut. Ini sering menjadi pertanda kalau seseorang:
- Kelebihan makan makanan tertentu.
- Ingin buang air besar.
- Mengalami efek samping obat-obatan tertentu.
- Menderita konstipasi atau sembelit.
- Sedang masuk angin.
6. Ciuman
Ciuman adalah perbuatan menekankan
bibir seseorang terhadap salah satu anggota tubuh diri sendiri atau orang lain. Pandangan budaya terhadap tindakan mencium sangatlah bervariasi. Sebuah ciuman dapat digunakan untuk menyatakan banyak perasaan. Antara lain
cinta,
gairah,
kasih sayang, rasa hormat,
salam, dan
persahabatan. Saat ini, ciuman telah menjadi ungkapan umum perasaan kasih sayang pada banyak budaya di berbagai belahan dunia. Namun dalam budaya-budaya tertentu, tindakan berciuman diperkenalkan setelah melakukan kontak dengan budaya
Eropa. Sebelum kontak tersebut, berciuman bukan aktivitas rutin. Contoh untuk hal ini antara lain termasuk pada masyarakat adat tertentu dari
Australia,
Tahiti, serta pada berbagai suku di Afrika.
Banyak
mamalia,
burung, dan
serangga saling membelai dan tampak seperti berciuman dengan rasa cinta, tetapi mereka tidaklah berciuman seperti halnya manusia. Di masyarakat Barat, ciuman paling sering dilakukan sebagai tindakan romantis.
5. Malu
Malu adalah keadaan emosi yang dialami pada saat melakukan suatu tindakan sosial yang tidak dapat diterima dalam kondisi disaksikan atau diungkapkan kepada orang lain. Biasanya menimbulkan rasa kehilangan kehormatan atau martabat. Malu biasanya membawa konotasi yang disebabkan oleh tindakan yang hanya diterima secara sosial, bukan secara moral.
4. Kematian
3. Tidur
Tidur adalah keadaan istirahat alami pada berbagai
binatang menyusui,
burung,
ikan, dan
binatang tidak bertulang belakang seperti lalat buah
Drosophila. Pada manusia dan banyak spesies lainnya, tidur adalah penting untuk kesehatan. Tanda-tanda kehidupan seperti kesadaran, puls, dan frekuensi pernapasan mengalami perubahan. Dalam tidur normal biasanya fungsi
saraf motorik juga
saraf sensorik untuk kegiatan yang memerlukan koordinasi dengan sistem saraf pusat akan diblokade, sehingga pada saat tidur cenderung untuk tidak bergerak dan daya tanggap-pun berkurang. Fase peralihan dari sadar ke tidur disebut sebagai
pradormitium dan fase peralihan dari tidur kembali ke sadar disebut sebagai
postdormitium. Didalam ilmu kedokteran ilmu yang mempelajari gangguan tidur disebut sebagai
somnologie.
2. Cegukan
Cegukan adalah kontraksi tiba-tiba yang tak disengaja pada
diafragma dan umumnya terjadi berulang-ulang setiap menitnya. Udara yang tiba-tiba lewat ke dalam
paru-paru menyebabkan
glottis(ruang antara pita suara) menutup, serta menyebabkan terjadinya suara
hik. Cegukan umumnya akan selesai dengan sendirinya, meskipun ada beberapa pengobatan rumah tangga(
home remedy) untuk mempercepat penyembuhan cegukan dan ada beberapa pengobatan yang dibutuhkan. Istilah medis untuk cegukan adalah singultus.
Cegukan seringkali berkembang dalam situasi tertentu, seperti makan terlalu cepat, minum air dingin sesaat setelah makan makanan panas, makan makanan yang sangat panas atau pedas, tertawa atau batuk terlalu keras, kelebihan
minuman beralkohol, atau karena keseimbangan
elektrolit. Cegukan dapat pula disebabkan karena tekanan
saraf frenik oleh struktur anatomi yang lain atau karena tumor dan penyakit ginjal, meski hal ini jarang terjadi,
American Cancer Society melaporkan bahwa 30% pasien
kemoterapi menderita cegukan sebagai efek samping perlakuan.
- Menangis
Menangis(juga disebut dengan merengek, meratapi, dan menjerit) adalah tindakan penetesan air mata sebagai respon kepada keadaan emosional pada manusia. Tindakan menangis telah didefinisikan sebagai “sebuah fenomena secremotor yang kompleks dan ditandai dengan penumpahan air mata dari aparat lacrimalis, tanpa iritasi struktur mata. Istilah medis untuk ini adalah lacrimate yang juga mengacu pada penumpahan “air mata” secara non-emosional.
Diduga tidak ada hewan yang dapat memproduksi air mata dalam menanggapi keadaan emosional, walaupun hal ini dibantah oleh beberapa ilmuwan. Dalam banyak kebudayaan, suatu hal yang telah menjadi biasa jika perempuan dan anak-anak menangis dan menjadi tidak biasa jika laki-laki yang menangis.
Belum ada tanggapan untuk "9 Perilaku Terunik Dari Manusia"
Posting Komentar